Selasa, 10 April 2012
Senin, 23 Januari 2012
LANGKAH-LANGKAH MENGINSTAL WIN XP
Tag
berikut
langkah-langkah yang mudah dan lengkap cara menginstal windows xp :
1. Siapkan CD WINDOWS XP
2. Siapkan CD DRIVER MOTHERBOARD
3. Atur bios terlebih dahulu agar prioritas bootingnya dimulai dari CD(DVD)-ROM, caranya:
Spesifikasi minimum hardware yang dibutuhkan:
1. Siapkan CD WINDOWS XP
2. Siapkan CD DRIVER MOTHERBOARD
3. Atur bios terlebih dahulu agar prioritas bootingnya dimulai dari CD(DVD)-ROM, caranya:
Spesifikasi minimum hardware yang dibutuhkan:
- Prosesor Pentium 1.5 Ghz/AMD yang setara
- CDROM/DVDROM drive
- RAM 128 MB
1. Masukan
CD mater Windows XP di CDROM/DVDROM kamu. Lalu restart komputer kamu,
kemudian nampak tampilan seperti gambar lalu tekan tombol Delete pada
keybord agar kamu dapat masuk di BIOS(Basic Input Output System) komputer. Pada
beberapa jenis Mainboard harus menekan tombol F2 pada keyboard. Kamu
dapat melihatnya pada perintah Press DEL to run Setup.
2. Lalu
kamu akan berada dalam BIOS kemudian pilih Boot pada menu dan pilih item
Boot Device Priority
3. Setelah
itu Kamu merubah [CDROM] pada posisi 1st Boot Device untuk boot melalui
CDROM dengan menggunakan tombol +- di keyboard.Lalu tekan F10
untuk menyimpan konfigurasi kamu.
4.Tunggu
beberapa saat sampai muncul tulisan "press any key
to boot from CD"
5. Tekan ENTER atau sembarang tombol, lalu proses instalasi akan mengecek hardware komputer anda, kemudian akan muncul tulisan "windows setup"
5. Tekan ENTER atau sembarang tombol, lalu proses instalasi akan mengecek hardware komputer anda, kemudian akan muncul tulisan "windows setup"
6.
lalu file-file di dalam cd akan di load ke dalam komputer, kemudian akan muncul
tampilan "welcome to setup"
7. Tekan "ENTER" untuk menginstal windows xp, "R" untuk repair system windows yang sebelumnya pernah terinstal, "F3" untuk keluar dari proses instalasi, lalu akan muncul (End User Licese Aggrement)
7. Tekan "ENTER" untuk menginstal windows xp, "R" untuk repair system windows yang sebelumnya pernah terinstal, "F3" untuk keluar dari proses instalasi, lalu akan muncul (End User Licese Aggrement)
8.
Tekan "F8" kemudian proses instalasi
akan mencari dan membaca partisi hardisk anda, kemudian akan muncul semua
partisi hardisk anda
9. Tekan "ENTER" untuk langsung menginstal windows, "C" untuk membuat partisi hardisk anda, kapasitas partisi sesuai dengan kebutuhan anda, dalam satuan MB, selanjutnya jika anda membuat partisi dengan menekan tombol "C"
10. Kemudian tuliskan kapasitas partisi yang ingin anda buat, seperti terlihat pada gambar diatas, sebagai contoh, misalkan kapasitas hardisk anda 40 GB, lalu anda ingin membagi dua, maka tuliskan 20000,jangan 20, karna partisi satuannya MB, tentunya anda mengerti kan...?? cat" 1GB = 1000 MB
9. Tekan "ENTER" untuk langsung menginstal windows, "C" untuk membuat partisi hardisk anda, kapasitas partisi sesuai dengan kebutuhan anda, dalam satuan MB, selanjutnya jika anda membuat partisi dengan menekan tombol "C"
10. Kemudian tuliskan kapasitas partisi yang ingin anda buat, seperti terlihat pada gambar diatas, sebagai contoh, misalkan kapasitas hardisk anda 40 GB, lalu anda ingin membagi dua, maka tuliskan 20000,jangan 20, karna partisi satuannya MB, tentunya anda mengerti kan...?? cat" 1GB = 1000 MB
11. Kenudian tekan "ENTER"
12.
kemudian pilih "format the partition using the
NTFS file system (Quick)" atau "format
the partition using the NTFS file system (Quick)" lalu tekan "ENTER
13. Kemudian arahkan pointer pada posisi "unpartitioned space", lalu tekan "C" maka akan muncul gambar seperti gambar sebelumnya, dalam hal ini layar yang akan muncul seperti gambar sebelumnya menunjukan sisa partisi yang telah anda bagi, jika anda cuma membagi 2 partisi saja maka langsung tekan "ENTER" tapi jika anda ingin mempartisi lagi sisa hardisknya maka tinggal di bagi lagi aj, seperti langkah-langkah sebelumnya, mengertikan maksud saya....??
setelah selesai partisi ketika anda menekan "ENTER" seperti yang di jelaskan di atas, maka akan muncul gambar sperti gambar diatas, setelah itu arahkan poiter di posisi C: partition1 [New Raw], tapi biasanya sudah berada di posisi tersebut, maka anda tinggal menekan "ENTER" saja untuk proses instalasi windows
14. Setelah selesai format, kemudian windows akan ,menyalin file untuk proses instalasi
13. Kemudian arahkan pointer pada posisi "unpartitioned space", lalu tekan "C" maka akan muncul gambar seperti gambar sebelumnya, dalam hal ini layar yang akan muncul seperti gambar sebelumnya menunjukan sisa partisi yang telah anda bagi, jika anda cuma membagi 2 partisi saja maka langsung tekan "ENTER" tapi jika anda ingin mempartisi lagi sisa hardisknya maka tinggal di bagi lagi aj, seperti langkah-langkah sebelumnya, mengertikan maksud saya....??
setelah selesai partisi ketika anda menekan "ENTER" seperti yang di jelaskan di atas, maka akan muncul gambar sperti gambar diatas, setelah itu arahkan poiter di posisi C: partition1 [New Raw], tapi biasanya sudah berada di posisi tersebut, maka anda tinggal menekan "ENTER" saja untuk proses instalasi windows
14. Setelah selesai format, kemudian windows akan ,menyalin file untuk proses instalasi
15.
Setelah proses penyalinan selesai, secara otomatis komputer akan melakukan
restart, dalam hal ini untuk mempercepat proses restart, anda bisa langsung
menekan "ENTER"
16. Setelah itu akan muncul loading
16. Setelah itu akan muncul loading
17. selanjutnya proses instalasi windows di mulai
18. selanjutnya tinggal menunggu, sambil ngopi jg bisa, biar lebih terinspirasi, eitssss, tp jangan kemana mana dulu
19. Langsung klik "NEXT" aja
20. Isi nama dan organisasinya, terserah aja... lalu tekan "NEXT"
21.
Masukan serial nombernya, jangan sampe salah ya....!!! kemudian tekan "Next" selanjutnya akan muncul layar
administrator, isi aja mau dinamain apa komputernya, terserah deeeehhhhh......
kalau mau pake pasword tinggal di isi juga paswordnya, terserah juga mo apa paswordnya.... lalu tekan "Next" maka muncul layar Date and Time Setting
kalau mau pake pasword tinggal di isi juga paswordnya, terserah juga mo apa paswordnya.... lalu tekan "Next" maka muncul layar Date and Time Setting
22. Masukan
settingan jam dan tanggal, tentukan juga time zone anda, untuk jakarta : pilih GMT+7 Klik "Next"
lagi BOS.... setelah proses instalasi windows delanjutkan
23. Silahkan Menunggu lumayan lama
24. Selanjutnya akan muncul layar work group or computer Domain
25. jika komputer anda terhubung dengan sebuah domain, maka isikan nama domainnya, tapi jika komputer anda stand alone, maka pilih radio button yang paling atas, lalu tekan "Next"
26. Selanjutnya akan muncul display setting, klik "OK" aja
27. Kemudian windows akan mendeteksi tampilan optimal dari PC anda, Klik "OK" aj BOS...!!!
28. Proses instalasi hampir selesai BOS..... selanjutnya akan muncul loading jendela windows
29. Selanjutnya anda akan dibawa masuk ke dalam windows untuk pertama kalinya, tekan "Next" aja
30. Selanjutnya akan muncul layar "Help Protect Your PC”, kemudian pilih "Not Right Now" lalu tekan "Next"
31. Kemudian komputer akan mengecek koneksi ke internet, pilih "Yes" lalu tekan "Next"
32. Kemudian akan muncul pilihan aktivasi windows, lalu tekan "Next"
33. Setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini yang menunjukan pilihan untuk menambah pengguna komputer, Anda bisa memasukkan beberapa pengguna yang akan mengakses komputer Anda, Namun jika satu akun sudah cukup, atau Anda menginstall komputer untuk dipakai bergantian, cukup masukkan satu user kemudian klik "Next"
34. Proses instalasi windows selesai, klik "finish", maka proses instalasi selesai.
35. Selesailah sudah semua.
36. Kemudian tinggal menginstal CD Driver Motherboad, dan perangkat pendukung lainnya....
23. Silahkan Menunggu lumayan lama
24. Selanjutnya akan muncul layar work group or computer Domain
25. jika komputer anda terhubung dengan sebuah domain, maka isikan nama domainnya, tapi jika komputer anda stand alone, maka pilih radio button yang paling atas, lalu tekan "Next"
26. Selanjutnya akan muncul display setting, klik "OK" aja
27. Kemudian windows akan mendeteksi tampilan optimal dari PC anda, Klik "OK" aj BOS...!!!
28. Proses instalasi hampir selesai BOS..... selanjutnya akan muncul loading jendela windows
29. Selanjutnya anda akan dibawa masuk ke dalam windows untuk pertama kalinya, tekan "Next" aja
30. Selanjutnya akan muncul layar "Help Protect Your PC”, kemudian pilih "Not Right Now" lalu tekan "Next"
31. Kemudian komputer akan mengecek koneksi ke internet, pilih "Yes" lalu tekan "Next"
32. Kemudian akan muncul pilihan aktivasi windows, lalu tekan "Next"
33. Setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini yang menunjukan pilihan untuk menambah pengguna komputer, Anda bisa memasukkan beberapa pengguna yang akan mengakses komputer Anda, Namun jika satu akun sudah cukup, atau Anda menginstall komputer untuk dipakai bergantian, cukup masukkan satu user kemudian klik "Next"
34. Proses instalasi windows selesai, klik "finish", maka proses instalasi selesai.
35. Selesailah sudah semua.
36. Kemudian tinggal menginstal CD Driver Motherboad, dan perangkat pendukung lainnya....
Sabtu, 14 Januari 2012
CARA MERAWAT PC
Tag
Cara Merawat Komputer atau Tips Perawatan Komputer,
khususnya CPU biasanya
hanya akan dilakukan setelah terjadi keluhan atau kerusakan. Kayaknya hal ini
kurang tepat. Dalam pemakaiannya seharusnya dilakukan perawatan komputer secara
berkala baik pada CPU maupun monitor. Sebenarnya ada beberapa hal mendasar yang
sering kita lupakan kaitannya dengan cara merawat komputer atau tips perawatan
komputer atau PC, yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada komputer.Pertama
dilihat dari sudut Hardware :
1. Konsentrasi debu yang menempel pada
perangkat di dalam CPU maupun Monitor. Khususnya pada komputer (PC) yang
ditempatkan di ruang terbuka. Konsentrasi debu tinggi akan menyebabkan koneksi
pada soket peripheral terganggu. Selain itu pada saat musim penghujan atau suhu
lembab debu akan menyerap uap air dan bersifat seperti konduktor yang dapat
menghubung singkat (konsleting). Selain itu juga mengakibatkan lapisan isolator
pada PCB terkelupas sehingga menyebabkan korosi pada jalur tembaga. Kalau ini
terjadi, maka perawatan komputer akan lebih sulit karena tidak ada cara lagi
selain mengganti peripheral.
2. Pendinginan. Pada beberapa jenis
komputer khususnya komputer jadul memiliki suhu prosessor yang cukup tinggi
namun memiliki cara pendinginan yang saya rasa masih kurang
3. Space Harddisk yang tidak proporsional.
Harddisk ukuran 80GB tentunya tidak proporsional kalau hanya ada 2 partisi
masing-masing 40GB C dan D. Padahal pemakaian System C tidak lebih dari 10 GB.
4. Pemasangan peripheral yang kurang pas
atau kurang kokoh. Biasanya ini sering terjadi pada PC rakitan lokal. Sering
cara pemasangan Motherboard atau peripheral lainnya dengan sekrup yang tidak
lengkap atau kurang kencang. Ini yang sering terlewatkan dalam cara merawat
atau tips perawatan komputer. Hal ini bisa berakibat fatal
5. Cara pemasangan soket yang kurang
nancap, maksudnya kurang mantap atau kurang mak sleeppp… ini juga bisa
berakibat fatal.
6. Kondisi Power Suply. Ini sering lolos
perhatian saat kita merawat komputer. Pada pemakaian yang sudah lama,
kebanyakan power suply akan mengalami retak-retak pada solderan komponennya.
7. Kapasitas Daya Power Supply yang kurang
memadai
8. Tidak Menggunakan Stavolt. Banyak orang
yang meremehkan penggunaan stavolt maupun pemilihan jenis dan kualitas stavolt
9. Suhu ruangan. Suhu ruangan ideal untuk
PC sekitar 19 derajat Celcius
10.
Listrik
yang sering drop/mati atau kurang daya. Hal ini akan menyebabkan komputer mati
secara mendadak tanpa proses Shutdown
11.
Kondisi
fisik solderan, ini khusus pada Monitor. Kebanyakan kerusakan monitor
disebabkan oleh solderan yang retak atau lepas akibat usia dan panas yang
ditimbulkan selama pemakaian. Ini juga yang hampir pasti terlewatkan dalam cara
merawat komputer atau tips perawatan komputer atau PC
VGA
Tag
VGA,
singkatan dari Video Graphics Adapter, adalah standar tampilan komputer analog yang dipasarkan pertama
kali oleh IBM pada tahun 1987.
Walaupun standar VGA sudah tidak lagi digunakan karena sudah diganti oleh
standar yang lebih baru, VGA masih diimplementasikan pada Pocket PC. VGA
merupakan standar grafis terakhir yang diikuti oleh mayoritas pabrik pembuat
kartu grafis komputer. Tampilan Windows sampai sekarang masih
menggunakan modus VGA karena didukung oleh banyak produsen monitor dan kartu grafis.
Istilah VGA juga sering digunakan untuk mengacu kepada
resolusi layar berukuran 640×480, apa pun pembuat perangkat keras kartu
grafisnya. Kartu VGA berguna untuk menerjemahkan keluaran komputer ke monitor. Untuk proses desain grafis atau bermain permainan video, diperlukan kartu grafis yang
berdaya tinggi. Produsen kartu grafis yang terkenal antara lain ATI
dan nVidia.
Selain itu, VGA juga dapat mengacu kepada konektor VGA
15-pin yang masih digunakan secara luas untuk mengantarkan sinyal video analog
ke monitor. Standar VGA secara resmi digantikan oleh standar XGA dari IBM,
tetapi nyatanya VGA justru digantikan oleh Super VGA.
Fungsi VGA Card adalah mengubah sinyal digital dari komputer
menjadi tampilan grafik di layar monitor. Kartu VGA (Video Graphic Adapter)
berguna untuk menerjemahkan output (keluaran) komputer ke monitor. Untuk
menggambar / design graphic ataupun untuk bermain game.VGA Card sering juga
disebut Card display, kartu VGA atau kartu grafis. Tempat melekatnya kartu
grafis disebut slot expansi. Chipset/prosesor pada kartu VGA, banyak sekali
macamnya karena tiap-tiap pabrik kartu VGA memiliki Chipset andalannya. Ada
banyak produsen Chipset kartu VGA seperti NVidia, 3DFX, S3, ATi, Matrox, SiS,
Cirrus Logic, Number Nine (#9), Trident, Tseng, 3D Labs, STB, OTi, dan
sebagainya.
Kartu VGA menggunakan beberapa macam memori seperti:
DRAM (Dynamic RAM) berkecepatan 80 ns atau 70 ns, ada juga
MD-RAM (Multiple Dynamic RAM) yang menggunakan DRAM berlapis. DRAM digunakan
pada banyak kartu grafik 8, 16, atau 32 bit. Penggunaan DRAM ditujukan untuk
komputer tingkat entry level, yang tidak memerlukan kecepatan tinggi dan warna
yang banyak. EDO RAM berkecepatan 60 ns sampai 35 ns, EDO RAM banyak ditemui
pada kartu grafik 64 bit. EDO RAM yang umum dipakai mempunyai speed 60 MHz
60/40ns. Contoh kartu VGA yang menggunakan memori EDO adalah WinFast S280/S600
3D, Diamond Stealth 2000 3D, ATi Mach 64, dsb. VRAM (Video RAM) berkecepatan 20
atau 10 ns, VRAM lebih mahal dibandingkan DRAM karena VRAM lebih cepat dari
DRAM. Penggunaan VRAM pada kartu VGA ditujukan untuk komputer kelas atas. VRAM
biasa dipasang pada VGA yang dikonsentrasikan untuk desain grafis. Contoh kartu
VGA yang menggunakan VRAM adalah Diamond Fire GL, Diamond Stealth 3000 3D,
Diamond Stealth 64, dsb. SGRAM (Synchronous Graphic RAM) berkecepatan kurang
dari 10 ns, SGRAM pada kartu VGA juga berdasarkan pada teknologi SDRAM pada
memori utama komputer. SGRAM banyak digunakan pada kartu grafik kelas tinggi
yang mempunyai kemampuan 3D accelerator. Contoh dari kartu VGA yang menggunakan
SGRAM adalah Matrox MGA Millenium, Matrox Mystique 3D, Diamond Stealth II S220,
Diamond Viper, ASUS 3D Explorer, ATI Rage II 3D Pro, dsb. RAMBUS penggunaan
RAMBUS pada VGA card komputer masih sedikit (RAMBUS adalah memori yang
digunakan pada mesin-mesin game Nintendo, Sega, sejauh ini hanya kartu grafik
produksi Creative Labs (MA-302, MA-332 Graphic Blaster 3D dan Graphic Blaster
xXtreme) yang menggunakannya.
Graphic Accelerator Chipset-chipset masa kini sudah memasukkan kemampuan
akselerasi 3D built in pada kartu VGA. Selain kartu VGA, sekarang ada
pheriperal komputer pendukung yang dinamakan 3D accelerator. 3D accelerator
berfungsi untuk mengolah/menterjemahkan data/gambar 3D secara lebih sempurna.
Akselerator 3D yang keberadaannya tidak memerlukan IRQ lagi mampu melakukan
manipulasi-manipulasi grafik 3D yang kompleks. Contohnya pada game-game 3D bisa
ditampilkan citra yang jauh lebih realistis. Sebab banyak fungsi pengolahan grafik
3D yang dulunya dilakukan oleh prosesor pada motherboard, kini dikerjakan oleh
prosesor grafik 3D pada 3D accelerator tersebut. Dengan pembagian kerja ini
maka prosesor dapat lebih banyak melakukan kerja pemrosesan yang lain. Selain
itu programmer tidak perlu membuat fungsi grafik 3D, karena fungsi tersebut
sudah disediakan oleh akselerator 3D. Chipset 3D pada kartu VGA tidak sebaik
jika menggunakan 3D accelerator sebagai pendukungnya (3D accelerator dipasang
secara terpisah bersama dengan kartu VGA). Meskipun begitu Chipset 3D pada
kartu VGA juga mendukung ‘beberapa’ fasilitas akselerasi 3D pada 3D
accelerator. Sebagai catatan penting bahwa, fungsi 3D accelerator akan optimal
jika Software/game yang dijalankan memanfaatkan fungsi-fungsi khusus pada 3D accelerator
tersebut. Software/game yang mendukung fasilitas ini mulai berkembang, yang
sudah terkenal adalah dukungan terhadap 3D accelerator yang memiliki chipset
VooDoo 3D FX, Rendition Verite, dan Permedia 3D Labs.
VGA PCI
VGA PCI, vga card ini bisa digunakan dengan memasang pada slot vga, vga jenis
ini sudah jarang sekali digunakan, karena keterbatasan fitur, ciri-cirinya
adalah bagian slot-nya pada bagian depan terdapat coakan, dan jenis pin-nya
lurus secara vertikal, lebih jelasnya lihat gambar berikut:
VGA PCI
SLOT PCI
VGA AGP
VGA Jenis AGP, awal dibuatnya vga agp, karena peningkatan yang signifikan
tEDSADSFAerhadap transfer data dari memory, cpu ke peralatan display, sehingga
dibuatkan slot agp untuk memasang vga kenis agp, vga agp diluncurkan
berdasarkan nilai voltase yang digunakan, yaitu agp 1x dan 2x dengan voltase
3.3 v, sedangkan 4x dan 8x 1,5 volt. vga agp terakhir yang muncul adalah jenis
pro dan pro universal dengan kemampuan 3.3 dan 1,5 volt. Ciri-ciri vga ini
adalah bentuk pin-nya yang vertikal dengan bentuk mirip formasi sarang lebah,
berikut adalah gambar vga agp dan slot-slot agp-nya:
VGA - AGP
Slot - AGP
VGA PCI Express VGA PCI Express, perkembangan slot pci selanjutnya memiliki
kemampuan yang luar biasa, dengan nama PCI Express, dirancang untuk memasang
peralatan-peralatan mutakhir, 2 versi slot PCI Express yang terkenal adalah PCI
Express 1 x dan 16 x, PCI Express 16 x digunakan khusus untuk memasang vga
jenis PCI Express, dan 1x untuk keperluan memasang peralatan-peralatan
tambahan. Ciri fisik vga jenis pci express adalah dengan melihat bentuknya yang
memiliki bentuk kebalikan dari PCI biasa. berikut adalah slot dan VGA PCI
Express:
VGA PCI EXPRESS
SLOT PCI EXPRESS
UKURAN SLOT PCI EXPRESSS
MEMORY
Tag
A.Memory Internal
pengertian
memori adalah suatu penamaan konsep yang bisa menyimpan data dan
program.sedangkan Memori internal, yang dimaksud adalah bahwa memori terpasang
langsung pada motherboard.
Dengan demikian,
pengertian memory internal sesungguhnya itu dapat berupa :
· First-Level (L1) Cache
· Second-Level (L2) Cache
· Memory Module
Akan
tetapi pengelompokan dari memory internal juga terbagi atas :
· RAM (Random Access Memory) dan
· ROM (Read Only Memory)
Penjelasan
dari masing- masing pengertian diatas adalah sebagai berikut :
1. First Level (L1) Cache
Memory yang
bernama L1 Cache ini adalah memori yang terletak paling dekat dengan prosessor
(lebih spesifik lagi dekat dengan blok CU (Control Unit)). Penempatan Cache di
prosessor dikembangkan sejak PC i486. Memori di tingkat ini memiliki kapasitas
yang paling kecil (hanya 16 KB), tetapi memiliki kecepatan akses dalam hitungan
nanodetik (sepermilyar detik). Data yang berada di memori ini adalah data yang
paling penting dan paling sering diakses. Biasanya data di sini adalah data
yang telah diatur melalui OS (Operating system) menjadi Prioritas Tertinggi
(High Priority).
2. Second-Level
(L2) Cache
Memori L2 Cache
ini terletak di Motherboard (lebih spesifik lagi : modul COAST : Cache On a
Stick. Bentuk khusus dari L2 yang mirip seperti Memory
Module yang dapat
diganti-ganti tergantung motherboardnya). Akan tetapi ada juga yang
terintegrasi langsung dengan MotherBoard, atau juga ada yang
terintegrasi dengan
Processor Module. Di L2 Cache ini, kapasitasnya lebih besar dari pada L1 Cache.
Ukurannya berkisar antara 256 KB-2 MB. Biasanya L2 Cache yang lebih besar
diperlukan di MotherBoard untuk Server. Kecepatan akses sekitar 10 ns.
3. Memory Module
Memory Module
ini memiliki kapasitas yang berkisar antara 4 MB-512 MB. Kecepatan aksesnya ada
yang berbeda-beda. Ada yang berkecepatan 80 ns, 60 ns, 66 MHz (=15 ns), 100
MHz(=10ns), dan sekarang ini telah dikembangkan PC133mhZ(=7.5 ns).
Memori modul di
kelompok kan menjadi 2,yaitu :
a)
Single
In-Line Memory Module (SIMM)
b)
DIMM (Dual
In-Line Memory Module)
1.Sistem
Memory Komputer
Untuk mempelajari sistem memori
secara keseluruhan, harus mengetahui karakteristik kuncinya. Karakteristik
penting sistem memori dalam tabel 4.1 berikut :
Dilihat dari lokasi,
memori dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu register, memori internal dan
memori eksternal. Register berada di dalam chip prosesor, memori ini diakses
langsung oleh prosesor dalam menjalankan operasinya. Register digunakan sebagai
memori sementara dalam perhitungan maupun pengolahan data dalam prosesor.Memori
internal adalah memori yang berada diluar chip prosesor namun mengaksesannya
langsung oleh prosesor. Memori internal dibedakan menjadi memori utama dan
cache memori.Memori eksternal dapat diakses oleh prosesor melalui piranti I/O.
Karakteristik lainnya adalah kapasitas.
Kapasitas memori internal maupun eksternal biasanya dinyatakan dalam mentuk byte
(1 byte = 8 bit) atau word. Panjang word umumnya 8, 16, 32 bit.
Memori eksternal biasanya lebih besar kapasitasnya daripada memori internal,
hal ini disebabkan karena teknologi dan sifat penggunaannya yang berbeda.
Karakteristik
berikutnya adalah satuan tranfer. Bagi memori internal, satuan tranfer
sama dengan jumlah saluran data yang masuk ke dan keluar dari modul memori.
Jumlah saluran ini sering kali sama dengan panjang word, tapi dimungkinkan juga
tdak sama. Tiga konsep yg berhubungan dg satuan transfer :
• Word, merupakan satuan “alami” organisasi memori. Ukuran word biasanya
sama dengan jumlah bit yang digunakan untuk representasi bilangan dan panjang
instruksi.
• Addressable units, pada sejumlah sistem, adressable units adalah
word. Namun terdapat sistem dengan pengalamatan pada tingkatan byte. Pada semua
kasus hubungan antara panjang A suatu alamat dan jumlah N adressable unit
adalah 2A =N.
• Unit of tranfer, adalah jumlah bit yang dibaca atau dituliskan
ke dalam memori pada suatu saat.
Perbedaan tajam
yang terdapat pada sejumlah jenis memori adalah metode access-nya.
Terdapat empat macam metode :
• Sequential
access, memori diorganisasi menjadi unit – unit data yang disebut record.Akses
harus dibuat dalam bentuk urutan linier yang spesifik. Informasi mengalamatan
yang disimpan dipakai untuk memisahkan record – record dan untuk membantu
proses pencarian.
• Direct
access, sama sequential access terdapat shared read/write mechanism.
Setiap blok dan record memiliki alamat unik berdasarkan lokasi fisiknya. Akses
dilakukan langsung pada alamat memori.
• Random
access, setiap lokasi memori dipilih secara random dan diakses serta
dialamati secara langsung. Contohnya adalah memori utama.
• Associative
access, merupakan jenis random akses yang memungkinkan pembandingan lokasi
bit yang diinginkan untuk pencocokan.
Berdasarkan
karakteristik unjuk kerja, memiliki
tiga parameter utama pengukuran unjuk kerja,yaitu :
• Access time
• Memory
cycle time
• Transfer
rate
2.Memory
Utama
Memori utama
merupakan media penyimpanan dalam bentuk array
yang disusun word
atau byte, kapasitas daya simpannya bisa jutaan susunan.
Setiap word atau byte
mempunyai alamat tersendiri. Data yang disimpan pada
1. Random Access Memory ( RAM )
2. Read Only Memory ( ROM )
3. CMOS Memory
4. Virtual Memory
memori utama ini
bersifat volatile, artinya data yang disimpan bersifat
sementara dan
dipertahankan oleh sumber-sumber listrik, apabila sumber listrik
dimatikan maka
datanya akan hilang.Memori utama digunakan sebagai media penyimpanan data yang
berkaitan dengan CPU atau perangkat I/O.
Fungsi dari Memori
Utama
Address bus
pertama kali mengontak computer yang disebut memori. Yang dapat di akses oleh
CPU dalam melakukan salah satu dari proses membaca (read) atau
menuliskan/menyimpan (write) ke memori tersebut. Memori ini diistilahkan
juga
sebagai Memori Utama.
Memori dapat
dibayangkan sebagai suatu ruang kerja bagi komputer dan
memori juga
menentukan terhadap ukuran dan jumlah program yang bias juga
jumlah data yang bias
diproses. Memori terkadang disebut sebagai primary
storage, primary
memory, main storage, main memory, internal memory.
Memori berfungsi menyimpan sistim
aplikasi, sistem pengendalian, dan data
yang sedang
beroperasi atau diolah. Semakin besar kapasitas memori akan
meningkatkan kemapuan
komputer tersebut. Memori diukur dengan KB atau
MB. Random Access
Memory (RAM), merupakan bagian memory yang bisa
digunakan oleh para
pemakai untuk menyimpan program dan data.
3.Cache Memory
Memori utama yang digunakan sistem computer pada
awalnya dirasakan masih lambat kerjanya dibandingkan dengan kerja CPU, sehingga
perlu dibuat sebuah memori yang dapat membantu kerja memori utama tersebut.
Sebagai perbandingan waktu akses memori cache lebih cepat 5 sampai 10 kali
dibandingkan memori utama.
Cache berisi salinan sebagian isi memori utama. Pada saat CPU membaca
sebuah word memory, maka dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah word
tersebut berada di cache. Jika word memori terdapat di cache, maka akan
dikirimkan ke CPU yang dikenal sebagai proses HIT. Sedangkan bila tidak
ada,maka blok memori utama yang terdiri dari sejumlah word tetap akan
diletakan/dicopikan di cache yang dikenal sebagai proses MISS dan selanjutnya
dikirimkan ke CPU.
Elemen-elemen
rancangan cache
a.Ukuran Cache
Ukuran cache disesuaikan kebutuhannya dalam
membantu kerja memori utama. Semakin besar ukuran cache, maka semakin besar
jumlah gerbang (gate) yang terdapat pada pengalamatan cache, akibatnya adalah
cache yang berukuran
besar cenderung lebih
lambat dibanding dengan cache berukuran kecil.
b. Fungsi pemetaan (mapping)
Saluran cache lebih sedikit jumlah nya jika
dibandingkan saluran blok memori utama sehingga perlu algoritma untuk pemetaan
blok-blok memori ke dalam saluran cache dan juga alat untuk menentukan blok
memori utama yang sedang memakai saluran cache. Pemilihan fungsi pemetaan
seperti langsung, asosiatif dan asosiatif set akan menentukan bentuk organisasi
cache.
c.Pemetaan Langsung
Teknik yang paling sederhana, yaitu memetakkan
masing-masing blok memori utama hanya ke sebuah saluran cache saja.Fungsi
pemetaan mudah diimplementasikan dengan menggunakan alamat. Cache diakses dengan
menggunakan alamat memori utama dianggap terdiri tiga field yaitu tag, line,
dan word. Kekurangannya yang utama adalah terdapat lokasi cache yang tetap bagi
sembarang blok-blok yang diketahui..
d.Pemetaan Asosiatif
Mengatasi kekurangan pemetaan langsung dengan
cara mengizinkan setiap blok memori utama untuk dimuatkan ke sembarang saluran
cache. Dalam hal ini, cache control logic menginterpretasikan alamat memori
hanya sebagai sebuah field tag dan field word. Field tag secara unik
mengidentifikasi suatu blok memori utama. Untuk menentukan apakah suatu blok
berada di dalam cache, maka cache control logic harus secara simultan memeriksa
setiap tag saluran yang sesuai. Dengan pemetaan asosiatif, terdapat
fleksibilitas penggantian blok ketika sebuah blok di baca ke dalam cache.
Kekurangan pemetaan ini adalah kompleksitas rangkaian yang diperlukan untuk
menguji tag seluruh saluran cache secara parallel.
4.Organisasi
DRAM
Dynamic RAM
Secara internal,
setiap sel yang menyimpan 1 bit data memiliki 1 buah
Transistor
dan 1 buah Kondensator. Kondensator ini yang menjaga tegangan
agar tetap mengaliri
transistor sehingga tetap dapat menyimpan data. Oleh
karena penjagaan arus
itu harus dilakukan setiap beberapa saat (yang
disebut refreshing)
maka proses ini memakan waktu yang lebih banyak
daripada
kinerja Static RAM.Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, modul memori
berkembang beriring-iringan dengan perkembangan processor. Jenis DRAM ini juga
mengalami perkembangan.
Perkembangan Jenis
DRAM
A.Synchronous
DRAM (SDRAM) adalah salah satu contohnya. Dalam SDRAM ini (yang biasanya
dikenal sebagai SIMM SDRAM) hanyalah memperbaiki kecepatan akses data yang
tersimpan. Dengan proses sinkronisasi kecepatan modul ini dengan Frekuensi
Sistem Bus pada prosesor diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya. Modul EDO
RAM dapat bawa ke kecepatan tertingginya di FSB maksimum 75MHz, sedangkan SDRAM
dapat dibawa ke kecepatan 100MHz pada system yang sama. SDRAM ini juga
dikembangkan lebih jauh.
1.PC100 RAM
SDRAM yang dikembangkan
untuk sistem bus 100MHz
2. PC133 RAM
SDRAM yang dikembangkan untuk sistem bus 133MHz
SDRAM yang dikembangkan untuk kebutuhan server yang memiliki
kinerja yang berat. Jenis SDRAM ini dapat mencari kerusakan data pada sel
memori yang bersangkutan dan langsung dapat memperbaikinya. Akan tetapi,
batasan dari SDRAM jenis ini adalah, sel data yang dapat diperbaiki hanya satu
buah sel saja dalam satu waktu pemrosesan data.
B. Burst EDO RAM
(BEDO RAM) adalah jenis EDO yang memiliki kemampuan Bursting. Kinerja yang
telah digenjot bisa 100% lebih tinggi dari FPM, 33% dari EDO RAM. Semula
dikembangkan untuk menggantikan SDRAM, tetapi karena prosesnya yang asinkron,
dan hanya terbatas sampai 66MHz, praktis BEDO RAM ditinggalkan.
C. Serial
Presence Detect (PSD) adalah perkembangan dari DIMM yang menyertakan sebuah
chip EPROM yang dapat menyimpan informasi tentang modul ini. Chip kecil yang
memiliki 8 pin ini bertindak sebagai SPD yang sedemikian rupa sehingga BIOS
dapat membaca seluruh informasi yang tersimpan didalamnya dan dapat
menyetarakan FSB dengan waktu kerja untuk performa CPU-RAM yang sempurna.
B.Memory Eksternal
Memory Eksternal
adalah memori yang menyimpan data dalam media fisik berbentuk kaset atau disk. agar tetap mengaliri transistor sehingga tetap
dapat menyimpan data. Oleh karena penjagaan arus itu harus dilakukan setiap
beberapa saat (yang disebut refreshing) maka proses ini memakan waktu yang
lebih banyak daripada kinerja Static RAM.
1.Multiple Disk
a.harddisk
disebut juga
dengan cakram keras berbentuk piringan hitam terbuat dari alumunium dan
dilapisi bahan magnetic. Hard disk sudah menjadi komponen utama dari PC untuk
sistem operasi. Komponen bagian hard disk terdiri dari sebuah jarum untuk
membaca data di cakram. Mempunyai kapasitas lebih besar dari floppy disk.
Kecepatan putarannya bervariasi, ada yang 5400 putaran per menit bahkan ada
yang sampai 7200 putaran per menit. Kemampuan sebuah hardisk biasanya
ditentukan oleh banyaknya data yang bias disimpan. Besarnya bervariasi, ada
yang 1,2 GB hingga 80 GB. 1 GB sama dengan 1000 MB, sedangkan 1 MB sama dengan
1000 KB.
IDE Disk (Harddisk)
Saat IBM
menggembangkan PC XT, menggunakan sebuah hardisk Seagate 10 MB untuk menyimpan
program maupun data. Harddisk ini memiliki 4 head, 306 silinder dan 17 sektor
per track, dicontrol oleh pengontrol disk Xebec pada sebuah kartu plug-in.
Teknologi yang
berkembang pesat menjadikan pengontrol disk yang sebelumnya terpisah menjadi
satu paket terintegrasi, diawali dengan teknologi drive IDE (Integrated
Drive Electronics) pada tengah tahun 1980. Teknologi saat itu IDE
hanya mampu menangani disk berkapasitas maksimal 528 MB dan mengontrol 2 disk.
Seiring kebutuhan memori, berkembang teknologi yang mampu menangani disk
berkapasitas besar. IDE berkembang menjadi EIDE (Extended Integrated Drive
Electronics) yang mampu menangani harddisk lebih dari 528 MB dan mendukung
pengalamatan LBA (Logical Block Addressing), yaitu metode
pangalamatan yang hanya memberi nomer pada sektor – sector mulai dari 0 hingga
maksimal 224-1. Metode ini mengharuskan pengontrol mampu mengkonversi alamat –
alamat LBA menjadi alamat head, sektor dan silinder. Peningkatan kinerja
lainnya adalah kecepatan tranfer yang lebih tinggi, mampu mengontrol 4 disk,
mampu mengontrol drive CD-ROM.
SCSI Disk (Harddisk)
Disk SCSI (Small
Computer System Interface) mirip dengan IDE dalam hal organisasi
pengalamatannya. Perbedaannya pada piranti antarmukanya yang mampu mentransfer
data dalam kecepatan tinggi. Versi disk SCSI terlihat pada tabel 5.3. Karena
kecepatan transfernya tinggi, disk ini merupakan standar bagi komputer UNIX
dari Sun Microsystem, HP, SGI, Machintos, Intel terutama komputer – komputer
server jaringan, dan vendor – vendor lainnya.SCSI sebenarnya lebih dari sekedar
piranti antarmuka harddisk. SCSI adalah sebuah bus karena SCSI mampu sebagai
pengontrol hingga 7 peralatan seperti: harddisk, CD ROM, rekorder CD, scanner
dan peralatan lainnya. Masing – masing peralatan memiliki ID unik sebagai media
pengenalan oleh SCSI.
b.flashdisk
Adalah piranti
penyimpan dari floppy drive jenis lain yang mempunyai kapasitas memori 128 MB,
dengan menggunakan kabel interface jenis USB (Universal Serial Bus),
sangat praktis dan ringan dengan ukuran berkisar 96 x 32 mm dan pada bagian
belakang bentuknya agak menjurus keluar, digunakan untuk tempat penyimpanan
baterai jenis AAA dan terdapat port USB yang disediakan penutupnya yang
berbentuk sama dengan body utamanya dan juga mempunyai layar LCD yang berukuran
29,5 x 11 mm.
Flash disk dapat digunakan untuk berbagai
keperluan seperti :
- Sebagai storage (penyimpan data)
- Sebagai MP3 player
- Sebagai voice recording
- Sebagai FM Tuner (radio)
Pada teknologi masa
kini, flash memory mengalami perkembangan
penyimpan data dengan kapasitas menjadi 512 MB
(megabyte) hingga 1 GB (gigabyte) dan dengan ukuran sekitar 18 x 16,5 x 7,5 mm
yang mempunyai kemampuan transfer data sekitar 480 Mbps, sehingga untuk
pengunaan file dengan memori 120 Mb, dapat melakukan pembacaan data sekitar 88
Mbps dan untuk penulisan data sekitar 5 Mbps. Bentuknya aneka ragam ada yang
seukuran lebih kecil atau lebih besar dari keluaran pertamanya. Bahkan saat ini
ada yang berkapasitas sekitar 2, 2 GB dengan ukuran seperti kotak kecil.Flash
disk mempunyai kemampuan transfer data untuk penulisan mencapai 350 Kbps,
sedangkan untuk pembacaan mencapai 665 Kbps. Pada perlengkapan pendukungnya
tersedia peralatan earphone, baterai jenis AAA, kabel ektensi USB dan CD driver
flash disk untuk install. Untuk versi windows ME, windows 2000 dan windows XP
sudah dapat mendeteksi untuk konfigurasi flash disk, kecuali sistem operasi
windows 98 belum dapat mendeteksi secara otomatis, jadi harus diinstall
driver-nya terlebih dahulu.
c.floppydisk
Dengan
berkembangnya komputer pribadi maka diperlukan media untuk
mendistribusikan
software maupun pertukaran data. Solusinya ditemukannya disket atau floppy
disk oleh IBM.
Karakteristik
disket adalah head menyentuh permukaan disk saat membaca ataupun menulis. Hal
ini menyebabkan disket tidak tahan lama dan sering rusak. Untuk mengurangi
kerusakan atau aus pada disket, dibuat mekanisme penarikan head dan
menghentikan rotasi disk ketika head tidak melakukan operasi baca dan tulis.
Namun akibatnya waktu akses disket cukup lama. Gambar 5.6. memperlihatkan
bentuk floppy disk.
Gambar
Ada dua ukuran disket yang tersedia, yaitu 5,25
inchi dan 3,5 inchi dengan masing –
masing memiliki versi low density (LD)
dan high density (HD). Disket 5,25 inchi sudah tidak popular karena
bentuknya yang besar, kapasitas lebih kecil dan selubung pembungkusnya tidak
kuat.
d.CD ROM
(Compact Disk
– Read Only Memory). Merupakan generasi CD yang diaplikasikan sebagai media
penyimpan data komputer. Dikenalkan pertama kali oleh Phillips dan Sony tahun
1984 dalam publikasinya, yang dikenal dengan Yellow Book. Perbedaan
utama dengan CD adalah CD ROM player lebih kasar dan memiliki perangkat
pengoreksi kesalahan, untuk menjamin keakuratan tranfer data ke komputer. Secara
fisik keduanya dibuat dengan cara yang sama, yaitu terbuat dari resin,
contohnya polycarbonate, dan dilapisi dengan permukaan yang sangat
reflektif seperti aluminium. Penulisan dengan cara membuat lubang mikroskopik
sebagai representasi data dengan laser berintensitas tinggi. Pembacaan
menggunakan laser berintensitas rendah untuk menterjemahkan lubang mikroskopik
ke dalam bentuk data yang dapat dikenali komputer. Saat mengenai lubang
miskrokopik, intensitas sinar laser akan berubah – ubah. Perubahan intensitas
ini dideteksi oleh fotosensor dan dikonversi dalam bentuk sinyal digital.Karena
disk berbentuk lingkaran, terdapat masalah dalam mekanisme baca dan tulis,yaitu
masalah kecepatan. Saat disk membaca data dibagian dekat pusat disk diperlukan
putaran rendah karena padatnya informasi data, sedangkan apabila data berada di
bagian luar disk diperlukan kecepatan yang lebih tinggi. Ada beberapa metode
mengatasai masalah kecepatan ini,
diantaranya dengan
sistem constant angular velocity (CAV), yaitu bit – bit informasi
direkam dengan kerapatan yang bervariasi sehingga didapatkan putaran disk yang
sama. Metode ini biasa diterapkan dalam disk magnetik, kelemahannya adalah
kapasitas disk menjadi berkurang.
e. CD – R
(Compact Disk
Recordables) Secara fisik CD-R
merupakan CD polikarbonat kosong berdiameter 120 mm sama seperti CD ROM.
Perbedaannya adanya alur – alur untuk mengarahkan laser saat penulisan. Awalnya
CD-R dilapisi emas sebagai media refleksinya. Permukaan reflektif pada lapisan
emas tidak memiliki depresi atau lekukan – lekukan fisik seperti halnya pada
lapisan aluminium sehingga harus dibuat tiruan lekukan antara pit dan land-nya.
Caranya dengan menambahkan lapisan pewarna di antara pilikarbonat dan lapisan
emas. Jenis pewarna yang sering digunakan adalah cyanine yang berwarna
hijau dan pthalocynine yang berwarna oranye kekuning-kuningan. Pewarna
ini sama seperti yang digunakan dalam film fotografi sehingga menjadikan Kodak
dan Fuji produsen utama CD-R.
Sebelum digunakan
pewarna bersifat transparan sehingga sinar laser berdaya tinggi dapat menembus
sampai ke lapisan emas saat proses penulisan. Saat sinar laser mengenai titik
pewarna, sinar ini memanaskannya sehingga pewarna terurai melepaskan ikatan
kimianya membentuk suatu noda. Noda – noda inilah sebagai representasi data
yang nantinya dapat dikenali oleh fotodetektor apabila disinari dengan laser
berdaya rendah saat proses pembacaan. Seperti halnya jenis CD lainnya, CD-R
dipublikasikan dalam buku tersendiri yang memuat spisifikasi teknisnya yang
dikenal dengan Orange Book. Buku ini dipublikasikan tahun 1989.
Terdapat format
pengembangan, yaitu ditemukannya seri CD-ROM XA yang
memungkinkan
penulisan CD-R secara inkremental sehingga menambah fleksibilitas produk ini.
Kenapa hal ini bisa dilakukan, karena sistem ini memiliki multitrack dan setiap
track memiliki VOTC (volume table of content) tersendiri. Berbeda dengan
model CD-ROM sebelumnya yang hanya memiliki VOTC tunggal pada permulaan saja.
2.RAID
RAID (Redundancy Array of Independent Disk)
merupakan organisasi disk memori yang mampu menangani beberapa disk dengan
sistem akses paralel dan redudansi ditambahkan untuk meningkatkan reliabilitas.
Karena kerja paralel inilah dihasilkan resultan kecepatan disk yang lebih
cepat. Teknologi database sangatlah penting dalam model disk ini karena
pengontrol disk harus mendistribusikan data pada sejumlah disk dan juga
membacaan kembali. Karakteristik umum disk RAID :
•
RAID adalah sekumpulan disk drive yang dianggap sebagai sistem tunggal disk.
•
Data didistribusikan ke drive fisik array.
• Kapasitas redudant disk digunakan untuk
menyimpan informasi paritas, yang menjamin recoveribility data ketika terjadi
masalah atau kegagalan disk. Jadi RAID merupakan salah satu jawaban masalah
kesenjangan kecepatan disk memori dengan CPU dengan cara menggantikan disk
berkapasitas besar dengan sejumlah disk – disk berkapasitas kecil dan
mendistribusikan data pada disk – disk tersebut sedemikian rupa sehingga
nantinya dapat dibaca kembali.
RAID tingkat 0
Sebenarnya bukan RAID karena tidak menggunakan
redundansi dalam meningkatkan kinerjanya. Data didistribusikan pada seluruh
disk secara array merupakan keuntungan dari pada menggunakan satu disk
berkapasitas besar.
Sejalan perkembangan
RAID – 0 menjadi model data strip pada disk dengan suatu management tertentu
hingga data sistem data dianggap tersimpan pada suatu disk logik. Mekanisme
tranfer data dalam satu sektor sekaligus sehingga hanya baik untuk menangani
tranfer data besar.
RAID tingkat 1
Pada RAID – 1, redundansi diperoleh dengan cara
menduplikasi seluruh data pada disk mirror-nya. Seperti halnya RAID – 0,
pada tingkat 1 juga menggunakan teknologi stripping,perbedaannya adalah
dalam tingkat 1 setiap strip logik dipetakkan ke dua disk yang secara logika
terpisah sehingga setiap disk pada array akan memiliki mirror disk yang
berisi data sama. Hal ini menjadikan RAID – 1 mahal. Keuntungan RAID – 1:
• Permintaan pembacaan dapat dilayani oleh
salah satu disk karena terdapat dua disk berisi data sama, tergantung waktu
akses yang tercepat.
• Permintaan penyimpanan atau penulisan
dilakukan pada 2 disk secara paralel.
• Terdapat
back-up data, yaitu dalam disk mirror-nya.
RAID
– 1 mempunyai peningkatan kinerja sekitar dua kali lipat dibandingkan RAID – 0
pada operasi baca, namun untuk operasi tulis tidak secara signifikan terjadi
peningkatan. Cocok digunakan untuk menangani data yang sering mengalami
kegagalan dalam proses pembacaan. RAID – 1 masih bekerja berdasarkan sektor –
sektornya.
RAID tingkat 2
RAID – 2 mengganakan teknik akses paralel untuk semua disk. Dalam
proses operasinya, seluruh disk berpartisipasi dan mengeksekusi setiap
permintaan sehingga terdapat mekanisme sinkronisasi perputaran disk dan
headnya. Teknologi stripping juga digunakan dalam tingkat ini, hanya
stripnya berukuran kecil, sering kali dalam ukuran word atau byte. Koreksi
kesalahan menggunakan sistem bit paritas dengan kode Hamming. Cocok digunakan
untuk menangani sistem yang kerap mengalami kesalahan disk.
RAID tingkat 3
Diorganisasikan
mirip dengan RAID – 2, perbedaannya pada RAID – 3 hanya membutuhkan disk
redudant tunggal, tidak tergantung jumlah array disknya. Bit paritas
dikomputasikan untuk setiap data word dan ditulis pada disk paritas khusus.
Saat terjadi kegagalan drive, data disusun kembali dari sisa data yang masih
baik dan dari informasi paritasnya. RAID – 3 menggunakan akses paralel dengan
data didistribusikan dalam bentuk strip-strip kecil. Kinerjanya menghasilkan
transfer berkecepatan tinggi, namun hanya dapat mengeksekusi sebuah permintaan
I/O saja sehingga kalau digunakan pada lingkungan transaksi data tinggi terjadi
penurunan kinerja.
RAID tingkat 4
RAID – 4 menggunakan teknik akses yang
independen untuk setiap disknya sehingga permintaan baca atau tulis dilayani
secara paralel. RAID ini cocok untuk menangani system dengan kelajuan tranfer
data yang tinggi. Tidak memerlukan sinkronisasi disk karena setiap disknya
beroperasi secara independen. Stripping data dalam ukuran yang besar. Strip
paritas bit per bit dihitung ke seluruh strip yang berkaitan pada setiap disk
data. Paritas disimpan pada disk paritas khusus. Saat operasi penulisan, array
management software tidak hanya meng-update data tetapi juga paritas yang
terkait. Keuntungannya dengan disk paritas yang khusus menjadikan keamanan data
lebih terjamin, namun dengan disk paritas yang terpisah akan memperlambat
kinerjanya.
RAID tingkat 5
Mempunyai kemiripan dengan RAID – 4 dalam
organisasinya, perbedaannya adalah strip – strip paritas didistribusikan pada
seluruh disk. Untuk keamanan, strip paritas suatu disk disimpan pada disk
lainnya. RAID – 4 merupakan perbaikan dari RAID – 4 dalam hal peningkatan
kinerjanya. Disk ini biasanya digunakan dalam server jaringan.
RAID tingkat 6
Merupakan teknologi RAID terbaru. Menggunakan
metode penghitungan dua paritas untuk alasan keakuratan dan antisipasi terhadap
koreksi kesalahan. Seperti halnya RAID – 5, paritas tersimpan pada disk
lainnya. Memiliki kecepatan transfer yang tinggi.
3.Optical Disk
Mulai tahun 1983 sistem penyimpanan data di
optical disc mulai diperkenalkan dengan diluncurkannya Digital Audio Compact
Disc. Setelah itu mulai berkembanglah teknologi penyimpanan pada optical disc
ini.
Baik CD-Audio maupun CD-ROM memakai teknologi
yang sama, yaitu sama-sama terbuat dari resin (polycarbonate), dan dilapisi
oleh permukaan yang sangatreflektif seperti Aluminium . Informasi direkam
secara digital sebagai lubang-lubang mikroskopik pada permukaan yang reflektif.
Proses ini dilakukan dengan menggunakan laser yang berintensitas tinggi.
Permukaan yang berlubang mikroskopik ini kemudian dilapisi oleh lapisan bening.
Informasi dibaca dengan menggunakan laser berintensitas rendah yang menyinari
lapisan bening tersebut sementara motor memutar disk. Intensitas laser tersebut
berubah setelah mengenai lubang-lubang tersebut kemudian terefleksikan dan
dideteksi oleh fotosensor yang kemudian dikonversikan menjadi data digital.
Kemajuan terbaru
dari optical disc ini adalah disk yang dapat ditulis ulang. Pada sistem ini,
energi laser digunakan secara besama-sama dengan prinsip medan magnet untuk
menulis dan membaca informasi. Pada proses tulis, laser memanasi titik pada
disk yang hendak diproses, kemudian setelah itu medan magnet dapat mengubah
arah medan titik tersebut sementara temperaturnya ditingkatkan. Karena proses
tersebut tidak mengubah disk secara fisik maka proses penulisan dapat dilakukan
berulang-ulang. Pada proses baca, araha medan magnet yang telah dipolarisasi
tersebut akan membelokkan sinar laser dengan arah tertentu, sehingga
terefleksikan dan dideteksi oleh fotosensor yang kemudian dikonversikan menjadi
digital.
Satuan X pada CDROM drive (pada umumnya)
sebenarnya mengacu pada kecepatan baca dari CD tersebut di track terluar (jika
track terluar terpakai alias CD-nya penuh). Sedangkan kecepatan baca di track
terdalamnya jauh lebih lambat. Misalkan ada CD-ROM drive 48X ‘max’, itu berarti
kecepatan baca track terluarnya 40x namun untuk track terdalam hanya 19X. Yang
utama sebenarnya bukan hanya kecepatan putar yang ditingkatkan, namun sistem
pembacaan, route data, mode transfer, interface, dll, seperti yang dilakukan
Kenwood 52X dengan teknologi TrueX-nya di mana dengan kecepatan putar hanya
< ½ dari cd biasa (misal 48x),
bias memberikan kecepatan transfer merata (dalam-luar) antara 45-52X di seluruh
permukaan CD.
4.Pita Magnetik
Sistem pita
magnetik menggunakan teknik pembacaan dan penulisan yang identik dengan sistem
disk magnetik.Medium pita magnetik berbentuk track – track paralel, sistem pita
lama berjumlah 9 buah track sehingga memungkinkan penyimpanan satu byte sekali
simpan dengan satu bit paritas pada track sisanya. Sistem pita baru menggunakan
18 atau 36 track sebagai penyesuaian terhadap lebar word dalam format
digital.Seperti pada disk, pita magnetik dibaca dan ditulisi dalam bentuk blok
– blok yang bersambungan (kontinyu) yang disebut physical record. Blok –
blok tersebut dipisahkan oleh gap yang disebut inter-record gap.
Head pita
magnetik merupakan perangkat sequential access. Head harus menyesuaikan
letak record yang akan dibaca ataupun akan ditulisi. Apabila head berada di
tempat lebih atas dari record yang diinginkan maka pita perlu dimundurkan
dahulu, baru dilakukan pembacaan dengan arah maju. Hal ini sangat berbeda pada
teknologi disk yang menggunakan teknik direct access.
Kecepatan putaran
pita magnetik adalah rendah sehingga transfer data menjadi lambat, saat ini
pita magnetik mulai ditinggalkan digantikan oleh jenis – jenis produk CD.
Langganan:
Komentar (Atom)
















